Breaking News
Loading...
Kamis, 02 Maret 2017

Info Post

Mendoyo Dangin Tukad adalah desa yang berada di kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, Indonesia.

Sejarah
Desa Mendoyo Dangin Tukad itu sangat tua keberadaannya, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya Dadia Besar dan Panti di Desa Mendoyo Dangin Tukad, namun namanya baru terbuat sekitar tahun 1700, dengan latar belakang sejarah seperti berikut ini:

Cerita rakyat menyebutkan bahwa dahulu seorang pengusaha (Raja Kecil) dariJembrana dan seorang lagi pengusaha dari Buleleng sama-sama mempunyai seorang yang tangkas(Nurani Sakti) kedua orang tangkas itu ialah: 
  1. Pan Kelab dari Jembrana, dan
  2. Pan Ida Bagus dari Buleleng.
Keduanya diadu berperang tanding untuk melihat siapa diantaranya yang paling unggul. Perang tanding diadakan secara bergantian di daerah Jembrana maupun Buleleng. Sampai tiga kali diadakan perang tanding ternyata masih belum ada seorang pun yang dapat mengalahkan lawannya. Maka diantara pengusaha Jembrana dan Buleleng mengadakan perjanjian dan disepakati untuk mengadakan perang tanding lagi untuk keempat kalinya di wilayah Jembrana dengan kekuatan siapa diantara kedua orang tangkas jatuh lebih dahulu, maka dialah yang dinyatakan kalah.

Perang tanding yang keempat inipun segera dilangsungkan disuatu wilayah Jembrana bagian timur, dalam perang ini Pan Ida Bagus mendapat muslihat memenangkan perang tanding yaitu akan menelanjangi diri Pan Kelab. Pan Ida Bagusberkeyakinan bahwa musuhnya pasti akan jongkok karena malu telanjang bulat ditengah arena pertandingan, maka Pan Ida Bagus pun berusaha menelanjangi diri Pan Kelab di tengah-tengah perang tanding dan berhasil. Pan kelab tidak tahu musuhnya menelanjangi dirinya adalah untuk siasat agar dia Jongkok, karena merasa malu dalam arena pertandingan. Dengan berjongkoknya Pan Kelab, maka ia dinyatakan jatuh. Dan sesuai dengan perjanjian siapa yang jatuh dialah yang dinyatakan kalah.

Dengan demikian maka dalam perang tanding yang keempat kali ini, Pan Ida Bagus berhasil mengalahkan Pan Kelab dengan tipu muslihat. Mendapatkan dengan cara tipu muslihat ini dalam bahasa balinya adalah “ Maan Daya“.

Dalam perkembangan lebih lanjut “Maan daya” menjadi diucapkan “Mendoyo“, dan dari kata inilah diberi nama Desa ini sampai sekarang yaitu ”Mendoyo Dangin Tukad”. Kejadian perang tanding diantara kedua orang tangkas tadi diperkirakan terjadi tahun 1700, beberapa saat setelah terjadinya perang tanding di desa yang telah lazim disebut Mendoyo ini telah didiami oleh sekelompok masyarakat untuk menjaga keselamatannya dari serangan orang luar, maka masyarakat ini membentuk juga pasukan pertahanan yang disebut“TARUNA BEDIL“ dibawah pimpinan I Daweg seorang tokoh dari sebelah barat sungai (kini disebut Mendoyo Dauh Tukad). Pasukan ini kemudian terkenal memiliki ketangkasan dan keberanian menjaga Desanya.

Pada suatu saat raja dari Klungkung meminta I Daweg untuk membawa pasukannya ke Klungkung untuk menggempur suatu daerah. Dalam pemberangkatan I Daweg dan pasukannya ke Klungkung ia membawa serta istrinya. Selama I Daweg memimpin pasukannya dalam peperangan istrinya dititipkan di istana raja Klungkung. Mungkin karena kecantikannya istri I Daweg ini, raja kemudian tertarik , dan hamillah istri I Daweg oleh raja. Dalam peperangan membantu raja, pasukan I Daweg memproleh kemenangan terketulah dalam hati raja akan menanamkan keturunannya di Daerah Jembrana. Berkatalah raja Klungkung pada I Daweg “Kuminta kepadamu wahai I Daweg, agar engkau memberikan istrimu tinggal di istana dan janganlah engkau campuri sebelum lahir kandungan istrimu, sementara engkau menunggu dapat mengambilwanita manapun yang kau senangi dari yang raja sediakau” I Daweg menyetujuipermintaan raja dan tinggal di istana sampai istrinya (yang hamil oleh raja) melahirkan. Saat kelahiran itupun akhirnya datang juga, lahirlah seorang laki-laki hasil pergaulan istri I Daweg dengan sang raja Klungkung. Anak laki-laki itulah oleh raja dianggap sebagai balas jasa atas kemenangan I Daweg dalam membantu tentara sang raja, dan dengan laki-laki inilah sang raja akan menanamkan keturunannya di daerah Jembrana.

Anak itu tumbuh besar dan menjadi seorang tokoh yang sangat berpengaruh dan diangkatlah oleh rakyat sebagai “MEKEL“.Karena nama dirinya adalah “JEMBO“ maka terkenalah dikalangan masyarakat sebagai “MEKEL JEMBO“ yang membawahi kepemimpinannya di wilayah Mendoyo dari Desa Mendoyo Dauh Tukad sampai dengan Desa tegalcangkring. Dalam melaksanakan pemerintahan dan kepemimpinan Mekel Jembo menunjuk seorang “Kelian“ di setiap Desa, sebagai wakilnya memimpin masyarakat. Mulai dengan munculnya Mekel Jembo inilah bermulanya ada sistem pemerintahan di Wilayah Mendoyo Dangin Tukad.

Mekel Jembo sendiri berkedudukan di desa ini (yang kemuadian menjadi Desa Mendoyo Dangin Tukad). Karena menjadi tempat kediaman Mekel (jabatan hampir setingkat Camat sekarang) maka desa ini menjadi terkenal. Dari generasi ke generasi selalu muncul orang-orang yang mempunyai kepribadian istimewa, seperti pemberani, sakti dan memiliki ilmu tenaga dalam. Khusus untuk memimpin Desa Mendoyo Dangin Tukad dalam pemerintahan Mekel Jembo ditempatkan (ditunjuk) seorang “Kelian“ yang wilayah pengaruh dan wewenangnya sama dengan Perbekel (Kepala Desa) sekarang. Nama jabatan Kelian untuk Kepala Desa ini terus dipergunakan sampai berakhirnya zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Semenjak tahun 1946 jabatan Kelihan untuk Kepala Desa Menjadi Perbekel, dan jabatan Kelihan tetap berlaku sebagai pejabat di tingkat Dusun / Banjar.

Menyinggung masalah sejarah Desa Mendoyo Dangin Tukad kiranya sangat perlu kami terangkan urutan tokoh-tokoh Desa yang menjabat sebagai Kepala Desa (dulu disebut Kelian dan kemudian berubah menjadi Perbekel). Jabatan Kepala Desa/Perbekel yang sebelum zaman kemerdekaan, adalah bersifat penunjukan dari atas, bukan sebagai hasil pemilihan rakyat secara langsung melalui pemungutan suara. Baru semenjak zaman kemerdekaan Jabatan Kepala Desa / Perbekel dipilih langsung oleh rakyat dengan masa jabatan serta persyaratan lainnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Dari susunan serta urutan Pemerintahan Desa Mendoyo Dangin Tukadkiranya tidaklah kecil artinya dan peranan para sesepuh selaku pendiri desa kita yang patut kita hargai dan junjung tinggi, baik semangat maupun pengorbananya untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Maka sebagai generasi penerus ditangan kitalah letak semua tumpuan harapan masa depan desa kita guna mewujudkan cita-cita luhur, pada para pendiri , sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tersirat dalam cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. Motto Desa Mendoyo Dangin Tukad adalah “ INILAH DESAKU “ yang mengandung makna agar setiap orang atau siapa saja yang memasuki Desa Mendoyo Dangin Tukad agar tumbuh rasa memiliki serta terdorong untuk ikut mensukseskan Pembangunan dalam rangka mewujudkan Desa Pancasila dan menumbuhkan warga desa yang siap membangun serta menyongsong masa depan yang lebih baik.
Negara : Indonesia
Provinsi : Bali
Kabupaten : Jembrana
Kecamatan : Mendoyo
Kodepos : 82261
Luas : 3,14 km²
Jumlah penduduk : 2.627 jiwa (2010)
Kepadatan : 836 jiwa/km² (2010)

Salam Blogger || BENYAHA
Share:
2017-03-02T19:05:00+08:00
Terimah Kasih telah membaca artikel Sekilas Tentang Desa Mendoyo Dangin Tukad. Yang ditulis oleh iKotrok .Pada hari Kamis, 02 Maret 2017. Jika anda ingin sebarluaskan artikel ini, mohon sertakan Sumber Link Asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih

0 comments:

Posting Komentar